Indonesian Translation by Triwidodo Arwiyanto (Under Construction)
Home
International Congresses Food Security ISPP Newsletter
 Welcome to ISPPWeb
 
Perhimpunan Ilmu Penyakit Tumbuhan Internasional
Penghargaan Jakob Eriksson
 
 
 
Penghargaan Jakob Eriksson untuk Ilmu Penyakit Tumbuhan ditetapkan pada tahun 1923 pada waktu Konferensi Internasional Fitopatologi dan Entomology Ekonomi di Wageningen, Belanda.  Penghargaan ini dimaksudkan untuk mendorong kajian kreatif patogen tumbuhan dan kajian kreatif proses perkembangan penyakit di dalam tumbuhan. Pada tahun 1930-an, dana patungan dalam jumlah kecil diperoleh dari kontribusi Prof. Hendrik M. Quanjer (Belanda), Prof. Arthur Jaczewski[i] (1863-1932, Rusia) dan Perhimpunan Fitopatologi Amerika. Dengan adanya dana patungan tersebut, Penghargaan Jakob Eriksson bisa memberikan suatu penghargaan dalam bentuk tunai pada kondisi yang tepat di masa-masa yang akan datang.

 

Penghargaan tersebut diberi nama sebagai penghormatan kepada Jakob Eriksson (1848-1931). Beliau adalah seorang ahli Mikologi dan ahli Ilmu Penyakit Tumbuhan yang mengkhususkan pada taksonomi jamur dan parasitisme jamur patogen tumbuhan. Eriksson menulis dalam empat bahasa, mempublikasikan suatu seri makalah ilmu penyakit tumbuhan mulai tahun 1890. Beliau juga menulis suatu buku teks tentang Penyakit-Penyakit Jamur pada Tanaman Pertanian, Hortikultura dan Kehutanan, yang kemudian menjadi acuan pada bidang ilmu tersebut. Beliau adalah ilmuwan yang sangat rajin mempromosikan kerjasama antara ahli ilmu penyakit tumbuhan. Tulisan-tulisan dan ide-idenya sangat mempengaruhi terbentuknya Perhimpunan Ilmu Penyakit Tumbuhan Internasional (International Society for Plant Pathology) pada tahun 1968 pada Kongres Internasional Ilmu penyakit tumbuhan yang pertama (International Congress of Plant Pathology).

“Dicetak kembali dengan ijin dari the Annual Review of Phytopathology, Volume 18 ©1980 by Annual Reviews www.annualreviews.org

Penghargaan tersebut (ditambah uang sejumlah US$270) pertama kali diberikan pada tahun 1930 pada saat Kongres Botani Internasional kelima (International Botanical Congress) di Cambridge, Inggris, kepada Profesor John Hubert Craigie (1887-1989) (gambar di samping) dari University of Manitoba, Canada. Profesor Craigie membuat kontribusi yang pertama tentang pemahaman reproduksi pada jamur karat dan fungsi piknidia jamur karat [ii]. Pada Kongres keenam di Amsterdam pada tahun 1935, tidak ada penghargaan yang diberikan, tetapi suatu keputusan telah diambil bahwa Komite Nasional Swedia (the Swedish National Committee) harus mengajukan aturan baru untuk penghargaan tersebut dan bagaimana mengorganisir acara penghargaan tersebut. Sisa dana penghargaan (3985 Krona Swedia) telah dikirim ke Prof Nils E. Svedelius (1873-1960) dari Universitas Uppsala, Presiden dari the Botanical Section of the International Union of Biological Sciences (IUBS).

Selama Perang Dunia kedua tidak diselenggarakan kongres, dan pada tahun 1950, Kongres Biologi Internasional mengadopsi suatu resolusi:

  • Bahwa Seksi Botani dari the International Union of Biological Sciences, melalui suatu komite ahli yang dipilih oleh Seksi tersebut, sebelum setiap Kongres Botani harus menominasikan seorang kandidat untuk Penghargaan Jakob Eriksson
  • Bahwa dana yang tersedia sangat kecil untuk pembagian hadiah dalam bentuk tunai, hasil investasi selama lima tahun dapat digunakan untuk memberikan suatu Medali Emas Jakob Eriksson
Bahwa Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia (the Royal Swedish Academy of Sciences) harus mengelola dana tersebut

Medali pertama telah diberikan pada tahun 1959.

Pada tahun 1993 suatu keputusan telah diambil oleh Komisi Internasional untuk Dana Penghargaan Eriksson, untuk memutus hubungan dengan Seksi Botani dari IUBS, dan meminta ISPP untuk memberikan Penghargaan tersebut pada Kongres Internasional Ilmu Penyakit Tumbuhan di Montreal, dan juga pada Kongres-Kongres berikutnya. Penghargaan Jakob Eriksson dikelola oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia di Stockholm, terdiri dari satu medali emas, dibuat pada tahun 1959 oleh pemahat Swedia Ivar Johnson (1885-1970), dan dicetak oleh Percetakan Kerajaan Swedia (the Royal Swedish  Mint). Pada medali tersebut tercetak foto Jakob Eriksson dan pada sisi lainnya menunjukkan gambaran rinci spora musim panas dan musim dingin dari Puccinia graminis, dikelilingi butiran-butiran gandum, rye dan barley. Antara tahun 1959 dan 2008, penghargaan tersebut telah diberikan sebanyak sepuluh kali.

 
 

Jakob Eriksson (1848-1931) adalah seorang tokoh internasional ilmu penyakit tumbuhan di zamannya. Beliau mencetuskan konsep forma specialis pada karat biji-bijian dan melakukan kajian over-wintering karat garis (Puccinia striiformis) pada gandum. Disitasi dari http://apsjournals.apsnet.org/doi/pdf/10.1094/PDIS.2001.85.8.808

 
 
Para penerima Penghargaan Medali Emas Jakob Eriksson
 

1959. Penerima pertama - Professor John (Jim) M. Hirst DSC, FRS (1921– 1997) dari Rothamsted Experimental Station, Inggris, diterimakan pada Kongres Botani Internasional ke sembilan, Montreal, Canada, untuk ‘kerja yang sangat baik tentang arti penting ilmu penyakit tumbuhan dan Mikologi di dunia internasional’. 

http://journals.royalsociety.org/content/09w5257m70087573/fulltext.pdf  

(1998) 1921-97: John Malcolm (‘Jim’) Hirst, FRS Plant Pathology 47: 543–543.
1964. Penerima kedua - Dr J. C. Santiago dari Stasiun Ilmu Pemuliaan Tanaman, Elvas, Portugal. Penghargaan ini diberikan karena karyanya pada karat biji-bijian, terutama tentang epidemiologi karat batang gandum di daerah Mditerania barat dan di daerah barat laut Eropa. Penghargaan tersebut diberikan secara pribadi oleh  the Secretary of Agriculture of Portugal pada bulan November 1964. http://conservancy.umn.edu/bitstream/123456789/3352/1/pp196511.pdf

1969. Penerima ketiga- Dr Stanley J Hughes dari the Biosystematics Research Centre Central Experimental Farm, Ottawa, Ontario, Canada. Diberikan pada saat Kongres Botani Internasional kesebelas  di  Seattle, Canada, http://pubs.nrc-cnrc.gc.ca/rp/rppdf/b98-093.pdf  

Gambar dicetak kembali  dengan izin dari Selfert, K.A. 1998.
Canadian Journal of Botany 76: Figure 1 p 1489
1975 Penerima keempatDr Itaru Takebe (1929-1988), Departemen Biologi, Universitas Nagoya, Furo-cho, Chikusa-ku, Nagoya, Japan. Penghargaan diberikan pada Kongres Botani Internasional di Moscow, karena mengembangkan sistem multiplikasi satu langkah pada TMV dengan protoplas tembakau.  http://www.garfield.library.upenn.edu/classics1985/A1985AGU9600001.pdf
1981. Penerima kelima - Profesor Paul Williams dari Departemen Ilmu Penyakit Tumbuhan, Universitas Wisconsin, pada Kongres Botani Internasional XIII di, Sydney, Australia 21-28 Augustus 1981, untuk karyanya di bidang ilmu penyakit tumbuhan, terutama penyakit-penyakit sayuran. Penghargaan diberikan karena kontribusinya yang luar biasa tentang penyakit akar gada yang disebabkan oleh Plasmodiophora brassicae. http://www.plantpath.wisc.edu/fac/phw.htm
1987. Penerima keenam - Prof. Paul S. Teng  dari the University of Minnesota, untuk sumbangannya pada fitopatolgi, terutama di bidang epidemiologi dan penaksiran kehilangan hasil tanaman (crop loss assessment), pada tanggal 1 Augustus, 1987, pada Kongres Botani Internasional XIV di Berlin. “Pada tahap awal dia melihat nilai suatu analisis sistem dan teknologi komputer untuk ilmu pengetahian fitopatologi dan dia adalah seseorang di antara tokoh yang menerapkan teknologi tersebut dalam perlindungan tanaman. Dia telah memberikan bukti suatu pengetahuan pertanian dan perlindungan tanaman yang luas di daerah beriklim sedang dan di daerah tropika.
1993. Penerima ketujuh - Prof Dr Ir Ariena H.C. van Bruggen, Profesor Sistem Pertanian Biologi (Biological Farming Systems) di Universitas Wageningen, pada Kongres Internasional Ilmu Penyakit Tumbuhan keenam, karena karya orisinil dan komprehensif pada penyakit baru 'corky root'  pada selada yang disebabkan oleh patogen yang sampai saat ini belum diketahui, bakteri Rhizomonas suberifaciens.
1998. Penerima kedelapnm - Dr Richard Frederiksen, Profesor Ilmu Penyakit Tumbuhan dari Texas A&M University, pada Kongres Internasional Ilmu Penyakit Tumbuhan ketujuh di Edinburgh, untuk usahanya mempromosikan ilmu penyakit tumbuhan ke dunia internasional, terutama pada penelitian awal tentang epidemi serius embun beledu sorgum Texas. Melalui penelitiannya tersebut, Frederiksen dengan koleganya dan beberapa mahasiswa pascasarjana mengembangkan program pengelolaan yang berhasil untuk pengendalian penyakit tersebut pada sorgum dan jagung.

2003. Penerima kesembilan – Dr. Jaccov Katan dari Universitas Hebrew, Jerusalem, pada Kongres Internasional Ilmu Penyakit Tumbuhan kedelapan di Christchurch, Selandia baru, untuk penelitian orisinil dan inovatif dalam bidang solarisasi tanah dan patogen terbawa tanah, kerjasama internasional yang luas dan terjalin sangat bagus, dan dedikasinya dalam pendidikan generasi ahli ilmu penyakit tumbuhan yang masih muda.

Halaman 32 dari   http://www.actahort.org/chronica/pdf/ch4302.pdf

2008. Penerima kesepuluh - Dr. Laurence V. Madden, akan diberikan pada Kongres Internasional Ilmu Penyakit Tumbuhan kesembilan di Torino, Italia pada 29 Augustus 29 2008, untuk banyaknya sumbangan penelitian yang sangat berpengaruh dalam epidemiologi penyakit tumbuhan yang secara signifikan meningkatkan pemahaman kita tentang perkembangan penyakit dalam ruang dan waktu. 

Profesor Madden memprakarsai penggunaan banyak pendekatan modeling untuk: menganalisa, membandingkan, dan memperkirakan epidemi penyakit; mencirikan pola ruang (spatial pattern) kejadian penyakit, dan menghubungkan keragaman ruang (spatial heterogeneity) dengan tanaman, patogen, dan faktor lingkungan; menghubungkan dinamika penyakit dengan kehilangan hasil; menghubungkan lingkungan dengan penyakit dan dinamika inokulum; dan melakukan evaluasi strategi-strategi pengendalian. Salah satu karya yang signifikan adalah karya bersamanya dengan  koleganya berupa pengembangan model persamaan diferensial untuk penyakit-penyakit virus dengan vektor serangga.  Dalam kontibusi utamanya ini, telah ditemukan jumlah reproduksi dasar untuk memperkirakan serangan dan persistensi virus. Dalam penelitian jangka panjang lainnya, beliau telah menunjukkan bagaimana penyebaran penyakit dengan spora percikan air hujan ditentukan oleh topografi permukaan, kanopi tanaman, dan intensitas hujan. 

Dr. Madden menulis lebih dari 195 artikel di jurnal dan dua buku tentang epidemiologi penyakit tumbuhan.. http://plantpath.osu.edu/faculty-and-staff/news/ http://plantpath.osu.edu/faculty-and-staff/faculty-directory/madden-laurence-v/index_html

Sumber.  Referensi web seperti yang ditunjukkan, koresondensi dengan yang bersangkutan,  Dick Hamilton , Maria Ivone Clara dan Komite Eksekutif ISPP. Terima kasih pada para penerima dan kolega yang telah memberikan gambar. Terima kasih khusus kepada Mauritz Ramstedt dari Komisi Penghargaan Jacob Eriksson untuk klarifikasi beberapa hal dan kepada keluarga Dr J C Santiago karena telah memberikan gambar dab informasi sejarah.

 

[i] 

Jones, L. 1932). Arthur Jaczewski: 1863-1932. Phytopathology, 23: III-II6.

[ii] 

Craigie, J. H. 1927. Experiments on sex in rust fungi. Nature 120:116-17

Melander, L. M., Craigie, J. H. 1927. Nature of resistance of Berberis spp. to Puccinia graminis Phytopathology 17: 95-114 

Craigie, J. H. 1927. Discovery of the function of the pycnidia. Nature 120:765-67 

Green, G.J., Johnson, T, and Conners I.L. 1980. Pioneer Leaders in Plant Pathology: J.H. Craigie. Annual Review of Phytopathology, 18: 19-25. (source of picture of J H Craigie with permission)

Sackston W.E. 1994. John Hubert Craigie. 8 December 1887-26 February 1989 Biographical Memoirs of Fellows of the Royal Society, 39: 131-145. http://www.jstor.org/pss/770173  

[iii] 

The funds are only ‘administered’ through the Royal Swedish Academy of Science in Stockholm. It is not a prize from the Academy.  Discovering and selecting a worthy "candidate of distinction" is the responsibility of the International Commission for the Jakob Eriksson Prize

 

Download a print copy of the Eriksson Prize Poster